Beranda Dakwah Bekal dakwah 10 Risalah Pemuda Islam

10 Risalah Pemuda Islam

203
1

alhikmah.ac.id – Tak dapat disangkal lagi bahwa eksistensi pemuda Islam dalam kehidupan amat penting, karena merekalah yang memiliki potensi untuk mewarnai perjalanan sejarah umat manusia pada umumnya.Semua ideologi yang berorientasi pada strategi revolusi, menganggap pemuda sebagai tenaga paling revolusioner karena secara psikologis manusia mencapai puncak hamasah (gelora semgangat) dan quwwatul jasad (kekuatan fisik) pada usia muda.Hal tersebut menumbuhkan semangat pergerakan, perubahan, bukan stagnasi ataupun status quo.Dalam setiap kurun waktu, kemarin, kini dan esok, pemuda senantiasa berdiri di garis terdepan.Baik sebagai pembela kebenaran yang gigih ataupun sebagai pembela kebatilan yang canggih.

Di dalam al-Qur’an peran pemuda diungkapkan dalam kisah Ashabul Kahfi [18:19-22], kisah pemuda Ibrahim [21:60,69 dan 2:258] dan pemuda yang dibunuh oleh Ashabul Uhdud [lihat tafsir Ibnu Katsir QS. Al-Buruuj] dan para Assabiqunal Awwalun pada umumnya berusia muda.

Pentingnya memanfaatkan masa muda digambarkan dalam hadits Rasulullah SAW sbb:”Manfaatkanlah yang lima sebelum datang yang lima: masa mudamu sebelum datang masa tuamu; masa sehatmu sebelum datang masa sakitmu; masa kayamu sebelum datang masa miskinmu; masa hidupmu sebelum datang masa matimu; masa luangmu sebelum datang masa sibukmu.” [HR. al-Baihaqi]

Bagaimana potensi pemuda itu dapat dikembangkan dalam bingkai Islam? Setidaknya mereka dituntut melaksanakan sepuluh risalahnya:

1.     Memahami Islam

Mustahil pemuda dapat memuliakan Islam kalau mereka sendiri tidak memahami Islam [35:28, 58:11].

“Siapa yang dikehendaki Allah akan mendapat kebaikan, maka dipandaikan dalam agama.” [HR. Bukhari-Muslim]

“Dunia ini terkutuk dan segala isinya terkutuk kecuali dzikrullah dan yang serupa itu dan orang alim dan penuntut ilmu.” [HR.At-Tirmizi]

2.     Mengimani segenap ajaran Islam

Iman kepada Allah dan Rasul-Nya pada hakikatnya merupakan sebuah sikap mental patuh dan tunduk [23:51].Tunduk patuh berlandaskan cinta kepada-Nya [2:165] dan ittiba’ (mengikuti) Rasul-Nya [3:31, 53-3-4].

3.     Mengamalkan dan mendakwahkan Islam

Ciri orang yang tidak mengalami kerugian (khusrin) dalam hidup adalah senantiasa mengamalkan dan mendakwahkan Islam [103:1-3; 41:33; 3:110; 9:71; 5:78-79].

“Barangsiapa menyeru kepada kebaikan maka ia akan memperoleh pahala sepadan dengan orang yang mengerjakannya.” [HR.Muslim]

4.     Berjihad di jalan Islam

Jihad adalah salah satu hal yang diwajibkan Allah kepada kaum muslimin.Said Hawa membagi jihad menjadi lima macam:

  • Jihad lisaani, menyampaikan dakwah Islam kepada orang-orang kafir, munafik dan fasiq yang disertai dengan hujjah (argumentasi) yang dicontohkan oleh Nabi SAW [5:62].
  • Jihad maali atau jihad dengan harta [49:15; 9:111].Jihad dengan harta merupakan bagian vital bagi jihad yang lainnya, karena dakwah memerlukan sarana dan prasarana.
  • Jihad bilyad wan nafs atau jihad dengan tangan /kekuasaan dan jiwa [22:39, 2:190, 8:39, 9:36].Termasuk dalam jihad ini adalah menentang orang kafir, usaha mempertahankan diri terhadap serangan mereka, berusaha mengusir mereka dari bumi Islam, memerangi kaum murtad dalam negeri Islam, melawan pemberontak atau pembangkang atas negara Islam.
  • Jihad siyaasi atau jihad politik.
  • Jihad tarbawi/ta’limi, yakni bersungguh-sungguh mengajarkan, menyampaikan ilmu dan mendidik orang-orang yang ingin memahami Islam [3:79].

5.     Sabar dan istiqomah di atas jalan Islam [21:83-85, 38:41-44, 37:100-107, 21:68-69, 71:5-9].

Keimanan harus dilanjutkan dengan kesabaran dan istiqomah.”Keyakinan dalam iman haruslah secara bulat dan kesabaran itu setengah dari iman.” [HR. Abu Nu’aim].

6.     Mempersaudarakan manusia dalam ikatan Islam

Pemuda seharusnya berperan dalam menjalin ukhuwah Islamiyah sesama muslim [8:63, 59:9]. “Setiap mukmin yang satu bagi mukmin lainnya bagaikan suatu bangunan, antara satu dengan yang lain saling mengokohkan.” [Al-Hadits]

 

7.     Menggerakkan dan mengarahkan potensi umat Islam

Potensi umat Islam perlu diarahkan ke dalam amal jama’i secara efektif dan efisien [3:146]

8.     Optimis terhadap masa depan Islam

Pemuda Islam tak boleh memiliki jiwa pesimis.Sebaliknya harus optimis akan hasil perjuangan dan pertolongan serta balasan dari Allah SWT.Hanya orang kafirlah yang memiliki sifat pesimis [12:87, 15:56].

 

9.     Introspeksi diri (muhasabah) terhadap segala aktifitas yang telah dilakukan

Introspeksi dan evaluasi dimaksudkan agar pemuda tidak mengulang kesalahan yang sama di hari mendatang, tidak terjebak dengan permasalahan yang sama dan mampu memperbaiki diri ke arah yang lebih baik [13:11].

“Seorang yang sempurna akalnya ialah yang mengoreksi dirinya dan bersiap dengan amal sebagai bekal untuk mati.” [HR.At-Tirmizi].

10.     Ikhlas dalam segenap pengabdian di jalan Islam

Memurnikan niat karena Allah dalam ibadah dan jihad merupakan masalah fundamental agar amal itu diterima sekaligus sukses.

“Sesungguhnya Allah menolong umat ini hanya karena orang-orang yang lemah di antara mereka yaitu dengan dakwah, shalat dan ikhlas mereka.” [HR. An-Nasai dari Sa’ad bin Abi Waqash]

download

 

1 KOMENTAR

  1. Fwd : Ini cara Indonesia bukan seperti Filiphina, TAK melanggar HAM, Efektif & Efisien : Organisasi anti narkoba tingkat RT/ RW berskala nasional.Fwd :
    Organisasi anti narkoba tingkat RT/ RW berskala nasional :
    Coba bantu Organisasi itu terwujud nyata, biar negara kita tidak jadi seperti meksiko dll dimana gangster jadi kuat karena dibiarkan hidup dan berkembang biak. Remaja dan pemuda semakin banyak yang terjerumus ke lembah narkoba. Jika mereka sudah banyak maka dia akan berjaya menang. Remaja dan pemuda rusak dan hancur oleh narkoba.
    Ini the best way untuk lawan narkoba, sesuai dengan misi Islam dan agama2 besar lain yang ada di RI, yaitu masyarakat harus berperan aktif. Masyarakat RI ini mau dan menunggu segera dibentuknya Organisasi Anti Narkoba tingkat RT/RW.
    Setelah reformasi pada tahun 2000 ada yang menulis untuk memberantas narkoba di RI harus dengan cara gaya Indonesia melalui kekuatan sosial budaya RI yaitu kegotong royongan dan adat istiadat RI.
    Jika tidak nonsense katanya, sangat tidak efektif, dan sebagainya.
    Setelah 14 tahun berlalu dari tahun 2000 terbukti kata2nya benar. Fakta dilapangan bicara.
    Cara Indonesia itu katanya dengan memberdayakan Peran masyarakat RT/ RW melalui keharusan dibentuknya wadah organisasi Anti Narkoba tingkat RT/ RW. Organisasi anti narkoba tingkat RT/ RW ini terus keatas sampai tingkat kelurahan, kecamatan, kabupaten, propinsi dan Pusat.
    Masyarakat itu banyak yang mau dan haus ingin memberantas narkoba, tapi perlu wadah yg jelas dan berskala nasional.
    Organisasi Islam dan organisasi keagamaan lainnya harus mendorong ini terbentuk, jaga anak bangsa ini dengan cara tersebut, super efektif, murah meriah tapi Tokcer, sangat Islami dan sesuai dengan ajaran agama2 lain yang ada di RI ini.
    Indonesia ini negara kepulauan maka tidak mungkin mencegah masuknya narkoba ke RI, sangat mudah masuk dari mana saja, jadi pakai teknik cegah dari lingkungan masing2 secara nasional, dengan pola gotong royong ala RI melalui organisasi anti narkoba tingkat RT/ RW, ini biaya bisa hampir swadaya masyarakat, Tak seberapa biayanya, modalnya kemauan dan konsistensi. Tunggu apa lagi ? Ayo kembangkan pemikiran ini dalam bentuk peraturan dan aturan main yang resmi. Laksanakan segera.
    DPR, DPD, DPRD dll desak bangun pola pemberantasan cara ini dengan peraturan tertulis resmi.
    Keuntungan cara ini diantaranya bisa dipetakan daerah mana yg rawan narkoba, yang masyarakat RT/ RW nya tidak peduli dengan lingkungannya kena narkoba atau tidak, merupakan wadah berkumpulnya masyarakat yang mau menegakkan aturan hukum di RI ini (tanpa wadah mereka takut dsb jika sendiri2) dll banyak manfaatnya. 
    Jika Organisasi tsb Tidak mampu atau mengalami kesulitan maka hal itu bisa ditindaklanjuti oleh organisasi yang lebih tinggi misal tingkat RW lalu ke tingkat kelurahan, dst dengan dibackup oleh instansi yang berkompeten polisi, BNN, dll.
    Masyarakat mau berantas, mau partisipasi tapi disia-siakan selama ini karena tidak diwadahi, ini kan aneh. Sibuk seminar, penelitian, demo dll, tapi cara yang super efektif dan sangat simple ini tidak diwujudkan, digerakkan, direalisasikan; padahal para orangtua masyarakat di RT/ RW itu mau sekali, menunggu dan mereka hanya butuh wadah resmi itu tadi organisasi anti narkoba tingkat RT/ RW yang dibentuk secara resmi dengan skala Nasional, Propinsi, Kabupaten.
    Masyarakat itu tidak apatis tapi terpaksa apatis karena tidak ada wadah organisasi. Kalau sendiri2 mereka jadi lemah dimata pengedar dan pemakai narkoba, Tapi jika bersatu dalam wadah khusus tingkat RT/ RW dst, maka pemakai dan penjual narkoba akan ciut kemudian lama2 ruang gerak mereka akan berkurang dan jumlah pemakai bisa ditekan seminimal mungkin, akan banyak yang berhenti pakai dan jual narkoba. Cara ini bisa efektif 90% keatas, sementara cara2 yang sudah ada selama ini paling tinggi efektif hanya 25%, tapi cara lama itu tetap terus jalan.
    Model ini sesuai dengan cara Islami  dan agama2 lain yang ada di RI yaitu bergotong royong amar ma’ruf nahi mungkar. Tunggu apa, masyarakat menunggu lebih2 didaerah2 yang tingkat religiusitasnya sangat tinggi, sekarang sudah mulai masuk itu virus2 narkoba sangat deras arusnya tanpa ada yang bendung. Hanya melalui gerakan organisasi anti narkoba tingkat RT/ RW itulah satu2nya cara terbaik – terefektif untuk membendung dan memutus arus deras narkoba tsb. 
    Cara lain Nonsense omong kosong.  Mohon bantuannnya agar itu dibentuk secara resmi. Dan nanti dapat dilihat hasil nyata pemberantasan narkoba yang betul2 efektif dan tokcer 90% keatas tingkat keberhasilannya. Ayo bangkit sekarang buat Organisasi Anti Narkoba tingkat RT/ RW secara nasional. Sekian.

LEAVE A REPLY