Harta Abadi
Allah SWT selalu menceritakan dalam Alquran mengenai kepastian hancurnya alam dunia. Dalam pembukaan surat Attakwir [81], Al Infithaar [82], dan Al Insyiqaaq [84], digambarkan secara detail bagaimana langit yang kokoh ini kelak akan menjadi rapuh dan terkelupas.
Bintang-bintang terlepas dari porosnya, lautan dipanaskan lalu diluapkan dan
menelan semua daratan, matahari dipadamkan sehingga tak ada kehidupan lagi di
muka bumi. Ini menunjukkan bahwa harta yang selama ini manusia perjuangkan akan
berakhir. Alam akhirat telah Allah SWT persiapkan bukan untuk sementara,
melainkan untuk selama-lamanya. Tidak ada kematian lagi setelah itu.
Siapa yang selama di dunia mempersiapkan diri untuk menjadi penghuni surga
dengan menaati Allah SWT dan Rasul-Nya, ia akan bahagia selamanya. Sebaliknya,
siapa yang mempersiapkan diri untuk menjadi bahan bakar neraka dengan
mengingkari ajaran Allah SWT dan Rasul-Nya, ia akan menderita selamanya.
Dalam Alquran, Allah SWT selalu menceritakan orang-orang yang kelak pasti akan
menyesal karena selama di dunia, lalai. Mereka tidak pernah percaya bahwa kelak
akan dihisab semua amal dan kekayaan mereka. Akibatnya, mereka terlena dengan
kemewahan, bahkan menjadi kikir dan rakus.
Mereka tak mau beramal untuk akhirat. Kekayaan ditumpuk hanya untuk kepentingan
dunia. Mereka kelak akan berkata seperti yang Allah SWT rekam dalam surat Alhaqqah [69]:
27-28. "Telah hilang kekuasaanku dariku. Hartaku sekali-kali tidak memberi
manfaat kepadaku."
"Sesungguhnya Kami telah memperingatkan kepadamu (hai orang kafir) siksa
yang dekat, pada hari manusia melihat apa yang telah diperbuat oleh kedua
tangannya. Dan orang kafir berkata, 'Alangkah baiknya sekiranya aku dahulu
adalah tanah'." (Annaba'
[78]: 40).
Sebelum menyesal, masih ada kesempatan untuk membuat harta kita menjadi abadi.
Caranya: transferlah harta anda ke akhirat. Salurkan kekayaan melalui
lembaga-lembaga sosial yang membantu fakir miskin dan anak yatim. Lebih dari
itu, wakafkan harta untuk pelayanan sosial, seperti masjid, sekolah pendidikan
agama, dan rumah sakit.
Wallahu a'lam bishshawab.

88312 Pengunjung
kirim ke teman
versi cetak
versi pdf