Kriminalisasi Dai Mentawai

Berita kriminalisasi atas dai Muda Farhan Muhammad dan Mayarni Mzen akhirnya menyadarkan umat Islam untuk memberikan dukungan kepada para terdakwa.

Belum lama ini, beberapa ormas di Sumatra Barat melakukan konsolidasi untuk rencana aksi yang akan dilangsungkan di depan Pengadilan Negri Padang bersamaan dengan persidangan lanjutan para terdakwa.

Aksi ini merupakan bentuk dukungan bagi terdakwa dan para saksi-saksi yang dikhawatirkan berada dibawah tekanan sehingga tidak memberikan kesaksian yang sesungguhnya.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya dai muda Farhan Muhammad dan Mayarni Mzen ditangkap karena membawa anak-anak dari Mentawai, Sumatra Barat yang direncananya akan disekolahkan di Jakarta.

Awalnya, Farhan Muhammad membawa anak-anak agar mendapatkan pendidikan terbaik, sedangkan Mayarni Mzen mencari penderma yang bisa mendanai pendidikan mereka. Namun ujungnya mereka ditangkap dan dijebloskan ke penjara.

Hadir dalam konsolidasi tersebut Penasihat Hukum para terdakwa, Fitri Yeni, dari Pusat Advokasi Hukum dan Hak Asasi Manusia (PAHAM) Sumatra Barat.

Dalam kesempatan ini Fitri menyampaikan proses hukum yang dikenakan terhadap para terdakwa adalah prematur dan dipaksakan.
Salah satu contohnya adalah kesaksian kepala dusun yang meminta terdakwa Farhan ini untuk membawa adik-adiknya (anak-anak, red) agar bersekolah di Jakarta. Sang kepala dusun, kata Fitri, tahu bahwa terdakwa adalah seorang Muslim dan kepala dusunnya seorang non Muslim.

“Artinya kepala dusun ini memang membiarkan Farhan membawa keluarganya untuk sekolah dimana saja, bahkan dipesantren sekalipun, karena kepala dusun dan orangtua anak anak ini sudah mempercayakan anak-anaknya ke Farhan yang seorang Muslim,” ujar Fitri.

Menurut Fitri, kasus ini seharusnya tidak perlu berlanjut apabila ada pemahaman yang utuh dari aparatur penegak hukum tanpa ada intervensi dari pihak-pihak tertentu dan peranserta Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) dalam kasus ini harusnya bisa lebih optimal di mana secara sederhana keinginan terdakwa sudah jelas semata-mata untuk meningkatkan sumber daya manusia di tanah kelahiranya yakni mentawai.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.