Latar Belakang

Dunia komunikasi saat ini telah mengalami perkembangan yang sangat pesat, globalisasi komunikasi telah menjadikan dunia seakan sebuah kampung kecil tanpa sekat, semua kejadian dibelahan dunia manapun, akan dengan mudah disaksikan pada saat itu juga di belahan dunia lain. Globalisasi komunikasi tanpa batas seperti ini, merupakan tantangan sekaligus kesempatan yang baik bagi dunia dakwah. Dunia dakwah di era ini tidak hanya membutuhkan para da’i yang memiliki kemampuan mumpuni untuk membina, tapi juga membutuhkan para da’i yang mampu berdakwah secara efektif dan masif serta mampu merekayasa opini publik untuk kepentingan dakwah.

Media massa sebagai media komunikasi, memiliki peran yang sangat penting dalam membentuk opini dan nilai pada masyarakat. Namun Islam sebagai sebuah ajaran dan sistem nilai, belum berperan banyak dalam dunia media massa kita. Padahal negara kita berpenduduk mayoritas muslim dan merupakan komunitas muslim terbesar di dunia. Oleh karena itu lahirnya para dai yang memiliki kompetensi di dunia komunikasi dan penyiaran, merupakan kebutuhan mendesak sekaligus juga merupakan panggilan suci bagi seluruh kaum muslimin mengingat perannya yang demikian besar dalam mempengaruhi kehidupan masyarakat.

Untuk memiliki kompetensi dalam bidang komunikasi dan penyiaran Islam, seorang da’i dituntut untuk menguasai ajaran islam secara mendalam, terampil dalam menggunakan media komunikasi dan penyiaran serta memiliki kemampuan bahasa arab yang baik.  Disamping itu mereka juga membutuhkan latihan dengan kuantitas dan kualitas yang tinggi.

Menyadari posisi penting seorang dai sebagaimana digambarkan di atas, Sekolah Tinggi Ilmu Dakwah Dirosat Islamiyah Al-Hikmah (STIDDI Al-Hikmah), dengan  program studi Komunikasi dan Penyiaran  Islam, tampil untuk mengambil peran dalam mempersiapkan para dai yang memiliki kompetensi di dunia komunikasi dan penyiaran.

STIDDI Alhikmah, mendesain kurikulum lokal bermuatan agama yang padat dan dominan, Kurikulum tersebut telah teruji dapat menghasilkan lulusan yang memiliki pemahaman dan penghayatan Dinul Islam dengan baik dan benar. Hal ini diperlukan karena seorang da’i tidak akan mampu menyampaikan dakwah dengan baik, manakala dia tidak memiliki pemahaman yang baik dan benar akan nilai-nilai agama yang di dakwahkan.

STIDDI Al-Hikmah memfasilitasi program Bahasa Arab melalui kurikulum lokal dan menjadikan program bahasa Arab sebagai program unggulan, sehingga lulusannya dapat menggali dan menyelesaikan  berbagai persoalan agama dengan merujuk pada literatur aslinya.

Untuk melahirkan mahasiswa yang memiliki skill di dunia komunikasi dan penyiaran, STIDDI Al-Hikmah telah membuat laboratorium yang terintegrasi yang meliputi laboratorium Multi media, laboratorium Radio streaming, laboratorium Dakwah (micro preaching), laboratorium Fotografi dan laboratorium  Broadcasting.  Laboratorium terintegrasi ini sangat penting untuk membantu dosen dan pengelola STID DI Al-Hikmah dalam rangka meningkatkan kompetensi komunikasi dan penyiaran bagi para mahasiswanya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.