Mbah Google Bukan “Guru”

alhikmah.ac.id – Pada zaman ini banyak  pelajar yang mencari ilmu tanpa berguru kepada ulama mu’tabar, melainkan belajar melalui Google, sebagaimana diungkapkan oleh Syeikh Dr. Abu Al Hasan An Nadwi. Cara belajar seperti ini menurut beliau bertentangan dengan metode para salaf dan tidak bisa diambil ilmunya.

Menurut ulama yang banyak memperoleh sanad periwayatan hadits ini, ilmu yang bisa diambil adalah ilmu yang diperoleh dengan berguru kepada ulama mu’tabar dan melakukan rihlah mencari ilmu.

“Ibnu Hajar Al Haitami ditanya mengenai orang yang belajar dengan hanya membaca buku saja tanpa berguru. Maka beliau menjawab,’Bahkan meski pun ia membaca seribu buku, maka ia tidak bisa diambil ilmunya’”, cakap ulama yang hafal matan Abi Syuja’ ini.

Hal itu disampaikan oleh murid Al Muhaddits Habiburrahman Al A’dzami ini sebelum pembacaan kitab Ar Rihlah fi Thalab Al Hadits di Majelis Ilmu  Syeikh Ismail Shadiq Al Adawi di kawasan Al Azhar pada Rabu malam (12/11/1014).

Usai menghatamkan kitab, ulama bermadzhab As Syafi’i ini memberikan ijazah periwayatan kitab ini yang bersambung kepada penulisnya yakni Al Hafidz Al Khatib Al Baghdadi, kepada sekitar 300 penuntut ilmu yang hadir di majelis tersebut.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.