Melawan Kezaliman Sebaik-baik Jihad

alhikmah.ac.id – Prof.Dr. Muhammad Badie’ menegaskan bahwa Islam telah memberikan motivasi kepada para pemeluknya untuk menentang kezaliman dengan cara menasehati dan memberikan petunjuk. Mengucapkan ‘Kalimatul Haq’ (kata-katan kebenaran) dihadapan para pelaku dosa memiliki nilai yang sangat besar dihadapan Allah. Bahkan Islam menjadikan hal tersebut sebagai kategori sebaik-baik jihad.

فعَنْ أَبِي سَعِيدٍ الْخُدْرِيِّ رضي الله عنه قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللهِ صلى الله عليه وسلم: أَفْضَلُ الْجِهَادِ كَلِمَةُ عَدْلٍ عِنْدَ سُلْطَانٍ جَائِرٍ أَوْ أَمِيرٍ جَائِر

Dalam sebuah hadis dari Abu Sa’id Al Khudry, ia berkata, telah bersabda Rasulullah Saw: ‘Sebaik-baik jihad adalah kata-kata yang adil dihadapan penguasa yang semena-mena atau pimpinan yang zalim.

Dalam Risalah pekanan yang berjudul “Tindakan Makar Akan Kembali Kepada Pelakunya”, beliau menuliskan, bahwa untuk menegakkan kewajiban ini membutuhkan iman yang kuat dan keyakinan yang kokoh, serta tawakkal yang penuh kepada Allah. Disamping itu mereka tidak boleh takut kecuali hanya kepada-Nya. Keyakinan tauhid dan tidak mensyarikatkannya akan menumbuhkan keyakinan bahwa tidak ada satu makhlukpun di dunia ini yang dapat mendatangkan kemudharatan dan manfaat.

Mursyid ‘Am juga meminta kepada para penguasa arab dan muslim agar menghentikan segala tindakan zalim dan kerusakan yang mereka lakukan. Disamping itu, para penguasa arab dan muslim juga harus menghentikan tindakan yang dilakukan oleh orang-orang yang berbuat kerusakan, serta membantu para pelaku kebaikan. Mursyid menghimbau agar mereka bisa bersama-sama membangun negara, bergandeng tangan dengan rakyat, demi untuk menciptakan kebangkitan yang dicita-citakan.

Mursyid Am menyerukan, ‘Wahai para perlaku kezaliman dan kerusakan, kebaikan adalah milik kalian, jika kalian mau mendengarkan nasihat yang kami sampaikan. Jangan sampai kalian menyesal karena telah berlalunya waktu. Jangan sampai kemarahan Allah menimpa kalian karena disebabkan harta yang kalian kumpulkan berasal dari kezaliman dan permusuhan yang kalian lakukan. Kalian tidak akan pernah bisa mengembalikan kekuatan yang kalian miliki. Tentara kalian tidak akan pernah bisa menghadapi kemarahan rakyat. Barat yang menjadi tempat sujud kalian tidak akan pernah membantu kalian. Mereka akan berlepas diri dari apa yang kalian rasakan nanti’.

Dalam himbauannya tersebut Mursyid Am memberikan contoh tentang Amirul Mukminin Al Faruq Umar bin Khatab yang senantiasa adil dalam menjalankan pemerintahannya. Benar apa yang disampaikan utusan Raja Persia kepada Umar, ‘Berbuat adillah, maka engkau akan aman dan bisa tidur enak. Raja kami selalu ketakutan, sehingga selalu bergadang’. Gambaran ini beliau sampaikan karena saat ini tidak ada satupun penguasa arab dan muslim yang bisa tidur dengan nyenyak walaupun dirumahnya sendiri. atau mereka tidak bisa keluar berjalan ke pasar, atau berjalan dijalan umum, atau memasuki masjid tanpa adanya pengawalan. Jelas sangat berbeda dengan Al Faruq yang mencukupkan dirinya dengan keadilan yang ditegakkan. Berlaku adil akan mendatangkan keselamatan bagi para pelakunya.

Mursyid Am memberikan peringatan kepada para penguasa arab agar tidak mengerahkan kekuatan militer untuk melanggengkan kezaliman dan kerusakan yang mereka lakukan dengan menekan rakyat. Mari tegakkan nilai-nilai sosial yang baik dalam masyarakat, berdemokrasi dengan benar, memberikan kebebasan berpendapat dan bersyarikat, mewujudkan keadilan, dan menjaga hak-hak asasi manusia.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.