Peluru Militer Mesir Masih Tertanam Dikaki Juara Kungfu Mesir Yang Melakukan Selebrasi R4BIA

alhikmah.ac.id – Muhammad Yusuf, atlit bela diri asal Mesir yang baru saja memenangi kejuaraan beladiri dunia di Rusia Sabtu (26/10/2013) lalu, mengungkapkan rahasia yang menyebabkannya menunjukkan simbol R4BIA saat menerima medali emas. Dirinya sama sekali tidak menyesal telah melakukan hal tersebut.

Juara dunia yang pulang ke Mesir melalui proses deportasi atas permintaan pemerintah kudeta Mesir ini mengungkapkan kegembiraannya memenangi kejuaraan ini. Karena dia berhasil mengibarkan bendera Mesir dalam kejuaraan bergengsi.
Lalu mengapa dia tanpa ragu memakai kaos R4BIA dan menunjukkan simbolnya dengan tangan? Yusuf mengatakan, banyak temannya yang telah meninggal syahid di Rab’a Adawiyah. Sebenarnya aku ingin sekali mereka menyaksikan aku menerima medali emas ini. Aku ingin melihat kebahagiaan di mata mereka melihatku menang. Oleh karena itu, untuk mengenang mereka, paling tidak aku mengingat dan menghormati mereka.
Yusuf mengatakan, “Sudah sering aku mengibarkan bendera Mesir dan mengharumkannya di berbagai even internasional.”
Perlu diketahui, Yusuf sudah menggemari beladiri kungfu sejak berumur 14 tahun. Dia bergabung dengan pelatnas Mesir tahun 2003. Sudah sangat sering dia mewakili Mesir dan meraih juara. Misalnya, dia meraih peringkat 5 dunia pada tahun 2011 di Turki, peringkat 6 dunia pada tahun 2009 di Kanada, dan peringkat pertama dunia tahun 2009 di Belanda.
Begitu banyak prestasi yang dipersembahkannya untuk negara. Sehingga Yusuf bingung ketika dituduh tidak mempunyai jiwa nasionalisme. Hatinya benar-benar sedih dan sakit menerima tuduhan seperti itu.
Mengenai keputusan pemecatannya dari tim resmi Mesir, Yusuf menyatakan tidak akan melawan. Dirinya juga sama sekali tidak menyesal telah melakukan aksi yang menyebabkan dirinya dilarang mewakili Mesir dalam kejuaraan-kejuaraan dunia itu. Namun dirinya juga tidak akan pernah berhenti aktif dalam bidang bela diri ini.
Rupanya bukan kali ini saja Yusuf dirugikan oleh penguasa dhalim. Pada tahun 2011, dalam demonstrasi menggulingkan rejim Mubarak, Yusuf tertembak kakinya. Ada sebutir peluru yang bersarang di kakinya.
Ketika ditangani, dokter menyatakan tidak bisa mengeluarkan peluru tersebut. Saat itu, Yusuf sangat bersedih karena merasa karier beladirinya akan berakhir sampai di situ. Ternyata, walaupun ada peluru bersarang di kakinya, dia tetap bisa berlatih dan berprestasi hingga kini

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.