Rakyat Palestina Marah Abbas Ikut Bersama Netanyahu Dalam Aksi Perancis

alhikmah.ac.id – Presiden Palestina, Mahmud Abbas dan Perdana Menteri Israel Netanyahu kemarin bersama-sama bergandeng tangan dalam aksi menolak penyerangan berdarah yang terjadi di Perancis beberapa hari yang lalu.

Aksi penyerangan terhadap terhadap kantor berita Cherli Abdo mengakibatkan, 12 orang meninggal. Tindakan Abbas tersebut kemudian mendapatkan reaksi kemarahan dan kecaman dari berbagai kalangan, termasuk dari Palestina, seperti terlihat di status jejaring social mereka.

Penulis dan kolomnis politik, Ibrahim Madhun mengatakan, saya tidak bisa mengecam Abbas bila ia berangkat ke Paris, kemudian bertemu dengan para pemimpin dunia sarana baginya untuk mengganti apa yang kurang dari dirinya bahwa ia sejajar dengan para pemimpin dunia lainya. Itu haknya. Akan tetapi saya bertanya-tanya, dimana ia ketika Gaza menderita ? apa reaksinya ketika saudara-saudaranya dibantai begitu rupa ? Namun ia begitu sigap dan langsung berangkat ke Paris untuk mengecam pembantaian di Perancis. Padahal pada saat yang sama Gaza masih menderita.

2200 Palestina gugur syahid, 11 ribu lainya hingga kini masih luka-luka akibat keganasasan Israel dalam agresi 51 hari kemarin. Tapi tak terlihat sedikitpun dari Abbas rasa duka, solidaritas, walau seruan dari berbagai pihak memintanya untuk mengunjungi Gaza.

Selain itu, Romi Abdo seorang aktivis kemansiaan menguplod gambar Presiden Perancis yang bergandengan tangan bersama Netanyahu dan di Abbas sebelah kiri. Kemudian menuliskan kata, di sebelah kanan Presiden Perancis, pembantai anak-anak (Netanyahu dan sebelah kriinya Thagut penjual bangsa yaitu, Mahmud Abbas.

Paradoks Gaza dan Paris

Aktivis Pemuda, Muhammad Qathrawi lebih keras dan marah lagi. Ia menulis di facebooknya, Abbas sehelai rambutpun tak bergoyang saat menyaksikan Gaza dibantai, seolah yang dibunuh itu bukan rakyatnya. Saat ini ia ikut dalam aksi mengecam seorang yang terbunuh di Perancis.

Adapun Wail Abu Amer menyebutkan, Abbas segera ke Perancis untuk ikut dalam aksi menolak terorisme dan kekerasan. Namun tak ada yang mamaksanya mengunjungi Gaza, hanya sekedar untuk menyampaikan bela sungkawa terhadap warganya yang meninggal sekitar 2200 akibat agresi Zionis terakhir. Ini tanda-tanda kiamat.

Dimana Abbas Saat Gaza Berduka

Dalam kaitan ini, MUhamamd Bassam mempertanyakan, bagaimana Abbas bisa ikut dalam aksi di Perancis sementara ia tak bergeming saat Gaza dibantai ?. Sebelumnya kami berharap Abbas akan bergerak demi 2200 nyawa yang melayang di Gaza.

Walaupun rakyat Palestina bersimpati atas peristiwa Perancis yang telah menewaskan 17 orang diantaranya dan mendapat kecaman dari semua kalangan termasuk Hamas. Namun kemarahan juga muncul akibat paradoksial yang dilakukan Abbas dalam menghadapi kejadian yang sama tapi dengan sikap yang berbeda.

Apa Reaksi Dunia pada 17 Wartawan Gaza Yang Tewas Oleh Zionis

Hatim Abdu menganggap, rakyat Palestina harusnya menjadi prioritas untuk disolidaritasi. Ia mempertanyakan, sikap ganda internasional. Ia mempertanyakan, bagaimana Netanyahu dan Abbas bisa ikut dalam aksi tersebut. Keduanya pelaku pembantaian dan pembunuhan terhadap para wartawan di Gaza, bahkan mereka berkolaborasi dan bertanggung jawab atas blokade Gaza yang menewaskan sejumlah orang tiap harinya.

Disebutkan, tentara Zionis telah membunuh 17 wartawan Palestina dalam perang terakhri ke Gaza. Seharusnya ada sikap resmi dari pemerinrtah Otoritas Palestina atau pihak-pihak internasional lainya yang mengecam kejahatan tersebut. Sementara itu, pasukan OP juga melakkan kejahatannya secara sistematis di Tepi Barat dan melanggar kebebasan umum, tak pernah ditindak ?.

Sikap Tak Peduli

Profesor bidang Media, Iyad Qurra mengatakan, kebersamaan Abbas dan Netanyahu dalam aksi kemariin merupakan tindakan provokatif. Karena Abbas sendiri tak pernah peduli dengan penderitaaan Gaza. Adapun Netanyahu hingga kini tanganya masih berlumuran darah.

Dalam pernyataanya, keikutsertaannya dua orang ini dalam aksi anti terorisme hanyalah menuver politik saja. Sebab Netanyahu sebagai penjahat perang dan terlibat dalam kejahatan perang yang membantai ribuan warga. Abbas pun terlibat dalam pembantaian tersebut karena ia juga terlibat dalam blokade ribuan orang yang terluka dari kalangan para syuhada. (asy/Infopalestina.com)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.